Rabu, 16 Januari 2019

Tips Menjadi Tamu Yang Baik

Ketika kita mendengar saudara, teman dll baru melahirkan, secara umum kita ingin segera menengoknya dan menggendong bayi tersebut (ini saya banget). Kadang kita lupa atau malah mengabaikan apakah Ibu yang baru melahirkan dapat dan ingin dijenguk saat tersebut. Terus terang saya lebih menyadari hal tersebut sejak saya tinggal di US, di mana Ibu2 yang baru melahirkan bisa dalam kondisi tanpa ditemani dan dibantu anggota keluarganya. Malah pernah saya dapat kabar seorang Ibu yang 2 hari pasca operasi SC keluar RS sendiri, nyetir sendiri, tanpa ditemani siapapun. Harap maklum di sini biasa jadi single Mom atau punya pasangan tanpa menikah. Dan seperti hukum tidak tertulis bahwa wanita2 US harus tough dan jadi super women plus malu/tidak mau menunjukkan bahwa saat itu sedang butuh bantuan.



Padahal pasca Ibu melahirkan perasaan dan kondisi Ibu campur aduk : nyeri, lelah, kurang tidur, sensitif / moody, pengaruh hormon2 yang sangat mempengaruhi mood. Juga Ibu perlu belajar membangun rasa percaya diri sebagai Ibu baru, belajar mengenali bayinya terutama belajar menyusui dengan kondisi Ibu yang juga belum stabil. Makanya banyak Ibu yang tidak mau terlihat “berantakan” dan lebih nyaman bila tidak dijenguk dulu. Juga, dengan terlalu banyak yang menjenguk, otomatis waktu istirahat Ibu berkurang serta waktu Ibu untuk berinteraksi dengan bayi terganggu / berkurang.



Nah berikut ini beberapa tips bagaimana menjadi tamu yang baik.baca selengkapnya di https://sehatindonesia.id/2018/12/03/tips-menjadi-tamu-yang-baik/


Resep Es Timun Serut

Bahan-bahan

1 porsi

1 buah timun, serut dengan parutan keju

1 sdm biji selasih, rendam sebentar

1 biji jeruk nipis, ambil airnya

4 sdm makan gula pasir

100 ml air panas

secukupnya Es batu

Langkah

Larutkan gula pasir dgn air panas.

Masukan.. baca selengkapnya di http://cateringmahardika.com/resep-es-timun-serut/

Ternyata Kuliah Molekulare Biotechnologie (B.Sc) di RWTH Aachen Jerman, Gratis!

 Tahukah Anda Bahwa Kuliah Molekulare Biotechnologie (B.Sc) di RWTH Aachen, Germany ternyata tidak berbiaya sama sekali alias 0 Euro saja per semester!!!

Kok bisa? biaya kuliah murah ini bisa terjadi karena pemerintah Jerman mensubsidi penuh seluruh biaya studi bagi setiap mahasiswanya.

Mari kita cek bersama kebenaran informasi ini.

Jika pada tulisan sebelum nya, kami membahas biaya kuliah di kota Freiberg, sebuah kota kecil dibekas Jerman Timur yang terletak tidak jauh dari kota Dresden, nah sekarang kami akan mencoba untuk mengulas tema yang sama namun untuk kota Aachen, sebuah kota menengah dibekas Jerman barat berbatasan dengan Belgia.

Silahkan masuk ke website resmi dari Rheinisch-Westfälisch Technische Hochschule Aachen, http://www.rwth-aachen.de/cms/root/Studium/Vor-dem-Studium/Internationale-Studierende/Organisation-des-Studienaufenthaltes/~bqmn/Internationale-Studierende/ . maka kita akan mendapatkan tampilan aslinya berbahasa Jerman, akan terlihat seperti ini



Komponen pertama, „Miete für Zimmer oder Wohnung“ (biaya sewa kamar atau apartment) sebesar 250 Euro per bulan atau +/- Rp 4.150.000 per bulan (kurs 1 Euro = Rp Rp 16.600)

Komponen kedua, „Ausgaben des täglichen Lebens (makan, minum dll) sebesar 350 Euro atau sekitar +/- Rp 5.810.000 perbulan.

Komponen ketiga, „Krankenversicherung“. Atau biaya untuk premi all-in Asuransi kesehatan sebesar 80 Euro/bulan (+/- Rp1.328.000 rupiah / Bulan)

Komponen keempat adalah: „Studierendenschafts- und Sozialbeiträge“ atau iuran senat mahasiswa dan kontribusi sosial sebesar 42 Euro per bulan atau +/- Rp 697.200/bln.

baca selengkapnya di http://alumnieropa.com/2018/12/11/ternyata-kuliah-molekulare-biotechnologie-b-sc-di-rwth-aachen-jerman-gratis/


Jumat, 04 Januari 2019

Kuliah di TU München Jerman Hanya Dengan Rp 2,1juta Per Semester

Ternyata kuliah di Technische Universität München hanya Rp 2,1 juta saja per semesternya!! Biaya kuliah murah ini bisa terjadi karena pemerintah Jerman mensubsidi penuh seluruh biaya studi bagi setiap mahasiswanya. Mari kita cek dibawah ini!

Jika pada tulisan sebelum nya, kami telah membahas biaya kuliah di kota Freiberg, Aachen dan Berlin, maka subjek kami kali ini adalah München. Sebuah kota besar yang terletak di negara bagian Bayern, salah satu negara bagian terkaya di Republik Federal Jerman. Kota München yang berdiri sejak 1158 M, memiliki luas 310,7 km2 dengan ketinggian 519 meter diatas permukaan laut adalah ibu kota negara bagian Bayern.

Di Kota ketiga terbesar di jerman setelah Berlin dan Hamburg ini menjadi pusat dari beberapa perusahaan besar Jerman seperti BMW, Siemens, MAN, Linde, dan Allianz.  München juga menjadi tuan rumah bagi 2 universitas tertua di Jerman, Ludwig Maximilian University of Munich (LMU), yang didirkan pada tahun 1472 di Ingolstadt, yang kemudian pindah ke München  pada tahun 1826 dan Technical University of Munich (TUM), yang didirikan pada tahun 1868. Terhitung sejak berdirinya, kedua universitas ini telah menelurkan 59 orang ilmuwan peraih nobel.
BACA SELENGKAPNYA DI http://alumnieropa.com/2018/12/07/kuliah-di-tu-munchen-jerman-hanya-dengan-rp-21juta-per-semester/

Selasa, 25 Desember 2018

BPJS Berprinsip Syariah

Dimuat di koran Pikiran Rakyat, 3 Agustus 2015
Oleh Dr. Hilmi Sulaiman Rathomi MKM,
Perhimpunan Profesi Kesehatan Muslim Indonesia (PROKAMI – IMANI) Wilayah Jawa Barat

Kehebohan fatwa haram BPJS oleh MUI menyedot perhatian publik yang luas. Selama tahun 2014, BPJS telah membayarkan layanan kesehatan untuk lebih dari 92 juta orang melalui layanan rawat jalan maupun rawat inap, di klinik ataupun Rumah Sakit di seluruh pelosok nusantara. Kondisi tersebut menjadikan BPJS saat ini sebagai concern bersama dan perkembangannya diamati oleh seluruh rakyat Indonesia. Jumlah orang sakit yang dilayani oleh BPJS pada tahun perdananya tersebut tentu bukan jumlah yang sedikit, karena setara dengan lebih dari 3 kali jumlah seluruh penduduk Malaysia. Dengan semua manfaat tersebut, masyarakat, terutama umat islam, tentu gempar pada saat mengetahui bahwa layanan yang selama ini dinikmati adalah haram.

Terminologi haram sebetulnya tidak terdapat dalam dokumen hasil Ijtima Ulama MUI di Tegal awal Juni lalu. Istilah yang digunakan dalam dokumen tersebut adalah tidak sesuai prinsip syariah, sehingga rekomendasinya adalah membentuk aturan operasional BPJS agar sesuai dengan prinsip syariah. MUI menilai adanya unsur riba (tambahan), gharar (penipuan), dan maisir (perjudian) pada aktivitas operasional BPJS dalam menyelenggarakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Meskipun demikian, pada berbagai kesempatan, Ketua Bidang Fatwa MUI, KH.Ma’ruf Amin, menyatakan bahwa meskipun BPJS belum sesuai prinsip syariah, namun karena tergolong dalam kondisi kedaruratan, masyarakat tetap dipersilakan untuk menikmatinya. Besarnya manfaat yang dirasakan, adanya ketentuan wajib dari pemerintah, dan belum adanya alternatif menjadi alasan kondisi kedaruratan tersebut. 


Hikmah

Tak ada kejadian sia-sia
Tak ada kejadian kebetulan
Segala sesuatu hanya bisa terjadi dengan ijin-Nya
Pasti sarat dengan makna
Pasti penuh dengan ilmu
Pasti hikmahnya melimpah
Barangsiapa yang peka dan bening hatinya.
Niscaya akan melihat keindahan Perbuatan-Nya.

Baca selengkapnya di http://rinabersahabat.com/hikmah/

Perbandingan Biaya Kuliah Universitas Negeri di Dalam Negeri dan di Jerman

20 Juta rupiah per semester untuk kuliah di ITB !!!! Di Technische Universität Berlin (TUB) hanya 1,8 juta rupiah saja per semester !!!! 
Tulisan di Harian kompas.com yang diterbitkan pada tanggal 06/07/2018 cukup membuat kami, para alumni Jerman di LAE terkejut. Bagaimana tidak terkejut ?!… Institute Technology Bandung (ITB) yang digadang gadang sebagai salah satu kampus elite kelas atas yang berstatus Perguruan Tinggi Negeri, ternyata membebankan para mahasiswanya 12,5 sd 20 juta rupiah / semester. Ini artinya, jika seorang mahasiswa memerlukan waktu 4 tahun untuk menyelesaikan jenjang S1 nya, maka ia harus siap dengan dana antara 75 sd 160 juta rupiah !!… wuih… mahal banget!!! …. ngk percaya? silahkan cek sendiri di https://today.line.me/id/pc/article/Intip+Biaya+Kuliah+3+Institut+di+Indonesia-PL1EZM
Sekarang, pernah ngk terlintas dibenak bahwa ternyata kuliah di Technische Universität Berlin, apapun jurusan studinya, hanya Rp 1.8 juta saja per semesternya !!! Mau tau? Silahkan simak paparan dibawah ini
Kok bisa sih hanya 1.8 juta rupiah per semester? Kenapa tidak bisa?….. biaya kuliah murah ini bisa terjadi karena pemerintah Jerman mensubsidi penuh seluruh biaya studi bagi setiap mahasiswanya.

Baca selengkapnya di http://alumnieropa.com/2018/12/07/perbandingan-biaya-kuliah-universitas-negeri-di-dalam-negeri-dan-di-jerman/